Silahkan pilih bahasa (choose your language) :

Minggu, 31 Oktober 2010

Shalat Hadiah

        Dianjurkan pada malam setelah jenazah dikuburkan hari itu melakukan shalat hadiah untuk si mayat tersebut yang dikenal dengan Shalat Wahsyah. Dalam suatu khabar (hadis) diberitakan: “Tidak akan datang kepada si mayat satu masa yang lebih dasyat daripada awal malam (setelah mayat dikuburkan), maka kasihanilah ia di antara kamu dengan bersedekah, jika kamu tidak mampu, shalatlah dua rakaat yang pahalanya dihadiahkan kepada si mayat. Berikut ini ada dua cara melakukannya:
        Pada rakaat pertama, setelah niat:

أُصَلِّي صَلاَةَ الْهَدِيَّةْ رَكْعَتَيْنِ قُرْبَةً إِلَى اللهِ تَعَالَى`


ushalliy shalâtal hadiyyah, rak’atayni qurbatan ilallâhi ta’âla.

Saya akan shalat hadiah dua raka’at demi mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

lalu membaca surat Al-Fâtihah sekali dan surat Al-Ikhlas dua kali. Kemudian ruku’, sujud dan bangkit kembali untuk melanjutkan rakaat kedua.
        Rakaat kedua, membaca surat Al-Fâtihah sekali dan surat alhâkumut takâtsur (10 kali). Kemudian ruku’, sujud, tasyahud dan diakhiri salam. Setelah salam berdoa:

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ` وَابْعَثْ ثَوَابَهَا إِلَى قَبْرِ ذَلِكَ الْمَيِّتِ فُلاَنَ بْنَ فُلاَنٍ......

Sebutkan nama mayat dan nama bapaknya.

        allâhumma shalli ‘alâ muhammadin wa âli muhammad(in), wab’ats tsawâbahâ ila qabri dzâlikal mayyiti fulânab na fulân(in).

        Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kirimkanlah pahala shalat(ku) ini ke kubur mayat fulan bin fulan tersebut.
Kalimat: fulânab na fulan(in), diganti dengan nama mayat dan bapaknya. Selanjutkan dalam riwayat itu dikatakan: Kemudian seketika itu pula, Allah mengutus seribu malaikat ke kuburnya, sementara setiap malaikat membawa pakaian dan gaun kebesaran. Diluaskan kuburnya dari himpitan (kedua sisinya) sampai hari ditiupnya sangkakala. Bagi pelaku shalat tersebut menerima sejumlah kebaikan selama matahari terbit. Dan baginya diangkat (kedudukannya) sampai empat puluh derajat.

Cara Kedua:
        Pada rakaat pertama, membaca surat al-Fâtihah (sekali) dan ayat Kursi (sekali). Kemudian ruku’ dan sujud lalu bangkit berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
        Rakaat kedua, membaca surat Al-Fâtihah (sekali) dan surat Al-Qdr (10 kali). Kemudian ruku’, sujud, tasyahud dan salam. Setelah itu, membaca doa yang tersebut di atas. Afdhalnya jika dilakukan kedua cara tersebut dengan dua salam.
        Cukup satu Shalat Wahsyah untuk satu mayat. Dan berikut teks ayat Kursi:

اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ اْلقَيُّوْمُ` لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ` لَهُ مَا فِيْ السَّمَآوَاتِ وَمَا فِيْ اْلأَرْضِ` مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ` يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ` وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِهِ` إِلاَّ بِمَاشَآءَ` وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَآوَاتِ وَاْلأَرْضَ` وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا` وَهُوَ اْلعَلِيُّ اْلعَظِيْمُ`

2 komentar: